Cara Membeli RAM Sesuai Kapasitas Sesuai

Share:


    Kadang-kadang kita suka bingung ketika kita ingin membeli sebuah memori yang memiliki label contoh DDR4-2666mhz PC 21000. Dan kita semakin dibuat bingung tentang maksud dari semua ini, sehingga memunculkan pertanyaan ” apakah maksud dari label-label tersebut? apakah ini hanya sebuah merk yang tidak ada artinya pada sistem ? ataukah ini merupakan hanya sebuah simbol yang menunjukan sesuatu, itu membuat sesuatu yang menjauhi pikiran anda dengan berbagai hal logis lainnya?”. STOP, Sebelum anda melangkah terlalu jauh mengenai semua pemikiran tersebut, mari kita jelaskan mengenai hal ini. 

Memori DDR, DDR2, dan DDR3 atau pun DDR4 biasanya diklasifikasikan menurut kecepatan maksimum di mana mereka dapat bekerja dan ini juga termasuh timing mereka. Timing RAM biasanya ditunjukan dengan angka seperti 3-4-4-8, 5-5-5-15, 7-7-7-21, atau 9-9-9-24, dan semakin semakin rendah maka semakin baik. Mari kita jelaskan pengertian ini secara lebih detail.


Contoh Stiker RAM

Sebuah memori biasanya mengikuti klasifikasi DDRxxx / PCyyyy. Nomor pertama, xxx, menunjukkan kecepatan clock maksimum yang bisa didukung oleh chip memori. Misalnya, memori DDR4 2133 maka ia bisa bekerja maksimal hingga frekuensi 2133 MHz. Penting untuk dicatat bahwa ini bukan kecepatan clock yang sebenarnya dari memori. Sebenarnya memori DDR, DDR2, dan DDR3 ataupun DDR4 memiliki setengah dari kecepatan clock  dari apa yang diperlihatkan oleh label. Oleh karena itu memori seperti DDR400 bekerja pada 200 MHz, memori DDR2-800 bekerja pada 400 MHz, dan memori DDR3-1333 bekerja pada 666 MHz.

Sedangkan angka kedua menunjukkan kecepatan transfer maksimum yang bisa dicapai oleh sebuah memori dalam bentuk Megabyte per detik. Contohnya sebuah memori DDR400 mampu mentransfer data pada 3.200 MB / s paling banyak, sehingga ia diberi label PC3200. Memori DDR2-800 menyimpan data pada 6.400 MB / s dan diberi label PC2-6400 dan seterusnya.

Disini, kita dapata menyimpulkan sedikit mengenai apa yang telah dijelaskan diatas. Klasifikasi pertama, DDRxxx, adalah standar yang digunakan untuk mengklasifikasikan chip memori, sedangkan klasifikasi kedua, PCyyy, merupakan standar yang digunakan untuk mengklasifikasikan modul memori.

Sebagai contoh, katakanlah anda membeli sepasang memori DDR3-2133 / PC3-17000 . Meskipun mereka diberi label sebagai DDR3-2133, mereka tidak akan berjalan pada 2.133 MHz secara otomatis di sistem. Ini karena 2133 hanya sebagai clock rate maksimum yang mereka dukung, bukan clock rate yang akan mereka jalankan. Jadi, jika anda menginstal memori tersebut  pada sistem PC biasa yang mendukung memori DDR3, mereka mungkin akan beroperasi pada 1.333 MHz (DDR3-1333) – dengan kecepatan standar DDR3 maksimum -, mencapai tingkat transfer maksimal 10.664 MB / s (atau 21.328 MB / s untuk dual channel ). Jadi, mereka tidak akan secara otomatis berjalan di 2.133 MHz atau secara otomatis mencapai tingkat transfer 17.000 MB / s.

Mengapa bisa begitu?

Biasanya, fitur overclocking merupakan salah satu alasan mengapa ia tidak secara otomatis bisa mencapai kecepatan tersebut. Pabrikan menjamin bahwa modul ini akan berjalan sampai 2.133 MHz, anda tahu bahwa kita bisa menaikkan bus timing memori hingga 1.066 MHz untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi pada sistem. Namun, faktor lain yang menentukan kita bisa melakukannya adalah motherboard yang anda pakai harus mendukung jenis overclocking ini. Jadi membeli modul memori dengan tingkat clock dengan label lebih tinggi dari yang didukung sistem yang anda miliki pada dasarnya tidak ada gunanya jika Anda tidak akan melakukan overclock pada sistem.

Kesimpulan.

Jadi yang pertama anda lakukan seelum membeli RAM adalah yaitu:

1. Cek di stiker RAM Jenis dari RAM nya itu apa Contoh: DDR2, DDR3 dan DDR4

2. Setelah liat jenis RAM nya cek kecepatan RAM nya setelah jenis RAM nya biasanya diikuti. Contoh: DDR3 1600, DDR4 2666. Biasanya terdiri dari empat digit angka.

3. Setelah itu melihat angka cas latency yaitu yang menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data dari column address ke memori. contoh: DDR4-2133 16-16-16-39. Timing memori bisa didefinisikan sebagai waktu proses. Jadi semakin kecil nilai dari timing memori, maka semakin cepat proses transfer suatu data. biasakan sama kan CL agar tidak mengalami bluescreen...

Ket.

1.

2.